Renault menghadirkan pembaruan pada Mégane E-Tech yang meliputi ubahan estetika, pengayaan fitur, serta perubahan besar pada sistem baterai. Mégane E-Tech kini menggunakan baterai 67 kWh berteknologi LFP (litium ferrofosfat), menggantikan unit NMC 60 kWh sebelumnya, sehingga memberi peningkatan jangkauan dan kemampuan pengisian.

Perombakan ini bukan sekadar soal kapasitas; ada penyesuaian dimensi bodi, optimisasi pengisian, serta penyegaran interior dan eksterior yang menegaskan karakter lebih sporty pada model kompak listrik tersebut.
## Perubahan teknis: baterai, berat, dan performa
Baterai baru 67 kWh menggunakan teknologi LFP, sebuah langkah pertama bagi pabrikan ini untuk tipe baterai tersebut. Kapasitas bertambah dibandingkan unit 60 kWh sebelumnya, dengan ketebalan baterai meningkat sekitar dua sentimeter. Perubahan itu membuat tinggi mobil naik dari 1.505 mm menjadi 1.522 mm; panjang kini 4.200 mm (sebelumnya 4.199 mm) dan lebar 1.782 mm (sebelumnya 1.768 mm). Jarak sumbu roda tidak berubah sehingga ruang kabin tetap sama.
Volume bagasi juga dipertahankan: 389 liter dengan lima tempat duduk, dan hingga 1.245 liter bila sandaran belakang dilipat. Di balik grafik performa tetap ada penyesuaian ringan: motor 160 kW (218 CV) dengan torsi 300 Nm masih digunakan, tetapi bobot yang meningkat membuat akselerasi 0–100 km/jam berubah dari 7,4 menjadi 7,6. Kecepatan puncak tetap dibatasi 160 km/jam.
Mungkin yang paling menonjol adalah autonomi: kombinasi baterai dan pengaturan baru menghasilkan jarak tempuh rata-rata sekitar 500 kilometer, naik dari 468 kilometer pada versi 60 kWh.
## Pengisian cepat dan fungsi dua arah
Kapasitas pengisian DC meningkat dari 130 kW menjadi 165 kW, memungkinkan pengisian dari 15% ke 80% dalam sekitar 24 menit. Untuk pengisian AC rumah tangga, standar mobil mendukung 11 kW, dengan opsi charger onboard 22 kW.
Selain itu, Mégane E-Tech sekarang mendukung pengisian dua arah (bidirectional charging) dan fitur Vehicle to Load (V2L) yang memungkinkan mobil berfungsi sebagai sumber listrik hingga 3,7 kW untuk perangkat rumah tangga atau peralatan kecil.
## Pembaruan desain dan kabin
Secara visual, Mégane E-Tech mendapat fasia baru: bumper depan dan diffuser belakang direvisi, desain lampu siang hari dan lampu belakang diperbarui, serta grille depan bergaya baru dan detail dekoratif di sisi bodi. Pilihan warna kini mencakup satu varian baru—biru satinat—di tujuh pilihan cat, yang bisa dipadu dengan atap hitam atau abu-abu. Pilihan pelek hadir dalam ukuran 19 dan 20 inci untuk menyempurnakan tampilan lebih sporty.
Di dalam kabin, perubahan lebih halus namun fungsional. Platform pengisian nirkabel untuk ponsel kini memiliki daya lebih besar, dan pilar A kiri dilengkapi kamera untuk memantau kondisi pengemudi—mendeteksi kelelahan atau distraksi serta menyesuaikan beberapa parameter kendaraan sesuai profil pengguna. Panel instrumen tetap 12,3 inci dan layar sentuh OpenR Link tetap 12 inci. Integrasi ekosistem Google terus berkembang dengan lebih dari seratus aplikasi di Google Play yang kini dapat diakses langsung lewat data terintegrasi kendaraan, termasuk opsi streaming yang tidak lagi tergantung koneksi ponsel.
## Mode berkendara dan opsi trim
Sistem mode berkendara mempertahankan tiga pilihan utama—Eco, Comfort, Sport—tetapi mengganti mode Perso dengan mode Smart yang secara otomatis menyesuaikan karakteristik berkendara berdasarkan kondisi dan penggunaan. Mobil juga dilengkapi tuas pada setir untuk mengatur tingkat regenerasi dan fungsi One Pedal yang memungkinkan pengemudi mengurangi penggunaan pedal rem di banyak situasi.
Mégane E-Tech diproduksi di pabrik Douai, Prancis, dan akan tersedia dengan lini yang disederhanakan: hanya satu konfigurasi mekanis—baterai 67 kWh dan motor 160 kW (218 CV)—dengan dua tingkat trim. Varian Techno menawarkan pelek 19 inci dan sudah mencakup fitur seperti pompa panas dan pra-kondisi baterai. Varian Esprit Alpine menambahkan pelek 20 inci, kursi depan elektrik dengan pijat, serta sistem suara Harman Kardon.
Perubahan ini menempatkan Mégane E-Tech yang diremajakan sebagai pilihan yang lebih matang dalam persaingan segmen mobil listrik kompak, dengan fokus pada efisiensi baterai, kenyamanan pengisian, dan fungsionalitas harian tanpa mengorbankan desain yang lebih agresif.
