Mahasiswa UiTM kembali menunjukkan keterlibatan aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat melalui program Bridging Hearts: Empowering Orang Asli Communities di Kampung Orang Asli Changkat Bintang, Hulu Selangor. Kegiatan yang dijalankan oleh tujuh mahasiswa program Ijazah Sarjana Muda Perniagaan Pengurusan Acara (Kepujian) berhasil menjangkau 136 keluarga dalam komunitas tersebut.

Inisiatif ini dilaksanakan sebagai bagian dari mata kuliah Event Public Relations and Protocol (EVM502) di Institute of Continuing Education and Professional Studies (iCEPS), Universiti Teknologi MARA (UiTM). Program bertema “Building Bridges, Empowering Communities” mengedepankan pendekatan inklusif untuk memperkuat kesejahteraan sosial dan saling pengertian antarbudaya.
Rangkaian kegiatan yang menguatkan hubungan
Selama pelaksanaan, program menghadirkan beragam aktivitas yang membangun interaksi lebih dekat mahasiswa dan warga Orang Asli. Salah satu agenda utama adalah sesi pertukaran budaya yang memberi ruang bagi kedua belah pihak untuk saling memahami adat, nilai, dan pola hidup masing-masing. Bentuk pertukaran ini dirancang agar dialog berlangsung alami sehingga hubungan personal dapat terjalin dengan baik.
Selain pertukaran budaya, ada juga sesi Health and Hygiene Awareness yang menitikberatkan pada perawatan mulut dan gigi. Materi ini disampaikan bekerja sama dengan Pejabat Kesihatan Daerah Hulu Selangor, yang memberikan panduan praktis mengenai kebiasaan kesehatan harian. Fokus pada kesehatan preventif menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas hidup komunitas.
Kelompok anak-anak tidak dilupakan: beragam kegiatan interaktif seperti sesi mewarna disiapkan untuk merangsang kreativitas dan perkembangan emosi anak-anak, sekaligus menciptakan suasana ramah mahasiswa dan keluarga setempat. Kegiatan ini juga menjadi sarana sederhana namun efektif untuk menjalin kepercayaan dan kenyamanan di lapangan.
Dukungan instansi dan sinergi lintas sektor
Program Bridging Hearts mendapat dukungan dari beberapa pihak strategis. Pejabat Timbalan Perdana Menteri berperan sebagai penaja utama acara ini, sementara agensi lain yang terlibat lain Pejabat Kesihatan Daerah Hulu Selangor, Jabatan Kemajuan Orang Asli (JAKOA) Hulu Selangor, Sekretariat Pengakap Kelana Daerah Hulu Selangor (SPKDHS), serta Penggerak Belia Selangor (PEBS) Hulu Selangor. Kolaborasi tersebut mempermudah pelaksanaan agenda lapangan dan memperkaya konten kegiatan.
Sinergi antar-institusi menunjukkan bahwa program pengabdian berbasis pendidikan tinggi dapat berjalan lebih efektif bila didukung berbagai pihak yang memiliki peran komplementer, baik dari segi sumber daya, keahlian, maupun jaringan komunitas.
Aspek pendidikan dan pembentukan karakter mahasiswa
Ketua Pusat Pengajian iCEPS UiTM, Dr Ramita Abdul Rahim, menilai kegiatan seperti ini sejalan dengan tanggung jawab sosial institusi pendidikan tinggi. Program dianggap sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu akademik dalam konteks nyata serta berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.
Penasihat program sekaligus pensyarah UiTM, Nur Farhana Mohd Sah, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari Service Learning Malaysia-University for Society (SULAM). Pendekatan SULAM mendorong mahasiswa menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi akademik untuk membantu menyelesaikan masalah riil di masyarakat. “Mahasiswa tidak hanya belajar di dalam bilik kuliah, tetapi turut berpeluang menyumbang kepada masyarakat melalui pengalaman lapangan yang bermakna. Melalui SULAM, mereka dapat menghubungkan teori dengan amalan sebenar sambil memperkukuh kemahiran komunikasi, kepimpinan dan kerja berpasukan,” katanya.
Melalui pengalaman lapangan seperti ini, mahasiswa mendapat kesempatan untuk mengasah keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja tim. Pengalaman tersebut diharapkan membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga peka terhadap kondisi sosial dan budaya di lingkungan sekitarnya.
Penyelenggara berharap program sejenis dapat diteruskan di masa mendatang agar hubungan universitas dan komunitas tetap terjaga dan semakin kuat. Penguatan kolaborasi institusi pendidikan, lembaga pemerintahan, dan organisasi masyarakat dipandang penting untuk mendukung tujuan pendidikan tinggi dalam mencetak lulusan yang berdaya saing sekaligus berjiwa sosial.
