Momen wisuda seharusnya menjadi waktu penuh kebahagiaan bagi setiap lulusan, keluarga, dan sahabat yang hadir untuk merayakan pencapaian pendidikan. Namun, Wisuda Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ke-133 kali ini diwarnai dengan momen haru ketika mengenang Abdul Rohid, seorang alumnus yang meninggal dunia saat melaksanakan pengabdian. Kepergiannya mengingatkan kita betapa perjuangan dan pengorbanan adalah bagian dari perjalanan hidup.

Perjalanan dan Dedikasi Abdul Rohid

Abdul Rohid dikenal sebagai sosok yang berdedikasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Ketika dia mengikuti Ekspedisi Patriot, sebuah program pengabdian yang bertujuan membantu masyarakat terpencil di Indonesia, Rohid menunjukkan komitmen yang kuat. Kegiatan ini selain menjadi sarana pembelajaran dan aplikasi ilmu, juga cerminan kecintaan terhadap negeri. Namun, tragisnya, perjalanannya terhenti ketika ia menghembuskan napas terakhir saat menjalankan tugas kemanusiaan ini.

Kehadiran Keluarga Dalam Momen Mengenang

Pada upacara wisuda, kehadiran keluarga Abdul Rohid memberikan suasana yang emosional. Momen ketika ijazah diserahkan secara simbolis kepada keluarganya bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bahwa kehadiran seorang anak dalam keluarga adalah kebanggaan yang tidak ternilai. Keluarga Abdul Rohid menjadi saksi dari pengingat akan dedikasi dan pengorbanan putra mereka yang turut berkontribusi pada kegiatan sosial yang berguna bagi masyarakat luas.

Makna Penghargaan Anumerta

Pemberian ijazah secara simbolis dalam wisuda tersebut merupakan bentuk penghargaan anumerta yang diberikan ITS kepada Abdul Rohid. Penghargaan ini memiliki makna mendalam bahwa kontribusi positif seseorang tidak akan pernah lekang oleh waktu. Meskipun tubuhnya telah tiada, semangatnya dalam berkarya dan mengabdi tetap akan menginspirasi banyak orang, khususnya bagi mahasiswa dan lulusan ITS lainnya. Ini mengukuhkan pesan bahwa ilmu yang dimiliki harus kembali berguna bagi masyarakat.

Pentingnya Semangat Mengabdi

Tragedi ini juga mengingatkan institusi pendidikan tentang pentingnya membangun semangat mengabdi pada setiap mahasiswa. Keberhasilan akademik sejati terwujud saat lulusan dapat membuka jalan untuk kebaikan dan pembaharuan di lingkungan sekitarnya. Semangat pengabdian Rohid menaungi harapan bahwa setiap ilmu yang dimiliki selalu dapat memberikan manfaat optimal, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga untuk banyak orang lainnya.

Renungan Bagi Seluruh Mahasiswa

Kisah Abdul Rohid menyajikan renungan mendalam bagi seluruh mahasiswa dan calon lulusan, tentang arti sejati dari sebuah pencapaian. Pendidikan tinggi bukan hanya tentang gelar akademik, tetapi mengenai bagaimana para lulusan mampu menghadirkan perubahan nyata dalam masyarakat. Kehilangan Abdul Rohid adalah kehilangan besar, tetapi semangatnya seakan terus hadir dan memberikan motivasi bagi mahasiswa untuk menjalani setiap proses belajar dengan tujuan lebih besar dari sekadar penempuhan studi.

Kesimpulan: Warisan Semangat Abadi

Penghormatan bagi Abdul Rohid dalam wisuda ITS menegaskan satu hal penting: semangat untuk mengabdi dan berbuat kebaikan adalah warisan paling berharga yang bisa ditinggalkan seseorang. Meski sering kali terabaikan dalam hiruk-pikuk kehidupan, dedikasi dan ketulusan seseorang akan selalu terukir dalam kenangan banyak orang. Abdul Rohid mungkin telah pergi, tetapi warisannya dalam bentuk dedikasi dan semangat mengabdi akan terus hidup dan menyindir kita untuk tidak hanya menjadi lulusan berprestasi, tetapi juga menjadi lulusan yang berkontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.