sarjana.co.id – Hari Guru Nasional 2025 dirayakan hari ini, 25 November, dengan tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” yang disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam pidato resminya. Sebagai contoh, acara upacara bendera di seluruh sekolah dan instansi pendidikan menekankan peran guru sebagai agen peradaban. Oleh karena itu, Abdul Mu’ti sebut guru harus adaptif dengan teknologi tapi jaga kearifan lokal. Selain itu, pidato lengkapnya berisi apresiasi dan arahan konkret untuk kemajuan pendidikan. Dengan demikian, berikut 7 program utama yang diungkapkan untuk mendukung guru di era digital.
7 Program Guru yang Diluncurkan di Hari Guru Nasional 2025
Pertama, tunjangan sertifikasi guru non-ASN Rp2 juta per bulan dan guru ASN satu kali gaji pokok. Kedua, beasiswa Rp3 juta per semester untuk guru yang belum lulus D4/S1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (12.500 guru tahun 2025). Selanjutnya, revolusi akhlak guru untuk hadapi masalah murid seperti akademik, sosial, judi online, dan ekonomi keluarga. Keempat, stop intimidasi guru – nota kesepahaman dengan Polri lindungi guru dari tekanan material, sosial, dan hukum. Kelima, tingkatkan wibawa guru di depan murid dengan pelatihan kepemimpinan. Keenam, program digitalisasi: guru adaptif teknologi sambil jaga nilai Pancasila. Terakhir, apresiasi guru sebagai pahlawan dengan doa dan ridha untuk masa depan bangsa. Akibatnya, program ini targetkan kualitas SDM Indonesia naik 20 % dalam 5 tahun.
| Program | Manfaat Utama | Target 2025 |
|---|---|---|
| Tunjangan Sertifikasi | Kesejahteraan guru non-ASN/ASN | 500.000 guru |
| Beasiswa D4-S1 | Penuntasan gelar melalui RPL | 12.500 guru |
| Revolusi Akhlak | Hadapi masalah murid (judi, ekonomi) | Semua guru |
| Stop Intimidasi | Lindungi guru via MoU Polri | 100 % sekolah |
| Digitalisasi Guru | Adaptasi tech + Pancasila | 80 % guru |
Respons Abdul Mu’ti dalam Pidato
Pertama, Abdul Mu’ti ajak guru luruskan niat dan perkuat motivasi. Kedua, masyarakat diminta hargai jerih payah guru. Selanjutnya, guru harus percaya diri dan berwibawa. Keempat, syukuri nikmat Allah atas bangsa Indonesia. Kelima, muliakan guru karena ridha guru tentukan masa depan. Akhirnya, Abdul Mu’ti tutup: “Guru hebat, Indonesia kuat.” Akibatnya, pidato ini jadi inspirasi untuk upacara di 34 provinsi.
Dampak Program untuk Guru & Pendidikan
Pertama, tunjangan tingkatkan kesejahteraan, kurangi turnover 15 %. Kedua, beasiswa dorong kualifikasi, 80 % guru S1/D4 di 2030. Selanjutnya, stop intimidasi ciptakan lingkungan aman. Keempat, revolusi akhlak bentuk karakter murid Pancasila. Kelima, digitalisasi siapkan guru era AI. Akhirnya, Hari Guru Nasional 2025 jadi momentum komitmen nasional. Akibatnya, pendidikan Indonesia lebih kuat.
Hari Guru Nasional 2025 rayakan guru hebat. Oleh karena itu, 7 program Abdul Mu’ti. Sebagai contoh, tunjangan sertifikasi. Selain itu, beasiswa D4-S1. Dengan demikian, stop intimidasi. Akibatnya, Indonesia kuat!

