Program pembelajaran sepanjang hayat kian diperluas ke tingkat komunitas melalui inisiatif TVET yang membawa kursus langsung ke desa. Di Kampung Pedas Tengah, kursus kemahiran TVET digelar untuk memudahkan akses latihan bagi penduduk dan memastikan keterampilan yang dipelajari relevan dengan kebutuhan sehari-hari. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari Program Mesra Komuniti MADANI yang dijalankan oleh Jabatan Pendidikan Politeknik dan Kolej Komuniti (JPPKK) melalui Politeknik dan Kolej Komuniti (POLYCC) Zon Negeri Sembilan. Kegiatan ini menghimpun lebih 200 warga setempat dan menghadirkan berbagai kursus pendek yang disesuaikan dengan profil komunitas.

Ragam kursus sesuai kebutuhan masyarakat

Kegiatan di Kampung Pedas Tengah menawarkan beragam pelatihan praktis yang langsung dapat diaplikasikan oleh peserta. materi yang diselenggarakan adalah: – Bacaan dalam solat
– Pembuatan soya dan cincau
– Asas urutan tangan
– Pembuatan wayar sambungan
– Servis motosikal
– Penetapan dan keselamatan telefon pintar
– Aktivitas tanggung jawab sosial korporat (CSR), keusahawanan, dan kelestarian fasiliti Susunan kursus ini dirancang untuk menjawab kebutuhan harian serta memberi pilihan keterampilan yang bisa meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan keluarga.

Respons peserta dan manfaat langsung

Pendekatan membawa pelatihan ke kampung dinilai memudahkan akses dan mempercepat pemanfaatan ilmu. Peserta lansia hingga tenaga kerja setempat dapat mengikuti tanpa hambatan transportasi atau biaya tinggi. Pesara swasta Hashim Ali, 70, memberi contoh manfaat kursus pemakaian telepon pintar. “Saya memang suka guna gajet-gajet macam ni. Jadi, bila saya nampak kursus ni dengan tajuk-tajuk penggunaan telefon tu, sangat menariklah untuk kita contohnya mengenalpasti scammer-scammer dalam telefon, dan juga cara-cara kaedah penggunaan telefon dengan secara pintar. “Dan yang utamanya kita tak tahu yang telefon pintar ni banyak penggunaan dia,” ujarnya. Imam Masjid Kampung Pedas Tengah, Mohamad Firdaus Nordin, 35, menilai kursus bacaan dalam solat memberi nilai tambah spiritual dan praktis bagi warga. “Kursus ini memang banyak membantu masyarakat membetulkan bacaan dalam solat, memperbaiki solat serta menghayati ibadah. Kalau program seperti ini dibuat di komuniti, memang sangat bagus. “Untuk kursus-kursus macam ni kan, kalau terus dilakukan untuk komuniti, memang sangat baguslah,” katanya. Saudah Salih, 66, pesara jururawat, menyambut baik inisiatif yang menunjukkan bahwa warga terus mencari peluang menimba ilmu, terutama keterampilan praktikal. “Saya minta sangat supaya pihak kolej sentiasa berurusan dengan pihak kami untuk menjalankan kursus secara rutin kerana memang ada permintaan daripada penduduk. Ilmu kemahiran seperti ini memang sangat diperlukan,” katanya.

Kolaborasi institusi dan skala program TVET

Program Mesra Komuniti MADANI di Kampung Pedas Tengah melibatkan tujuh institusi POLYCC di Negeri Sembilan dan bekerja sama dengan berbagai agensi pemerintah serta mitra strategis. Kerja sama lintas instansi ini memungkinkan penyelenggaraan kursus dengan cakupan materi yang luas dan sumber daya pengajar yang relevan. Pelaksanaan di tingkat akar rumput mempertegas tujuan TVET untuk tidak hanya menjadi program formal di bangku pendidikan, tetapi juga sebagai mekanisme pemberdayaan komunitas. Dengan menghadirkan pelatihan yang praktis dan mudah diakses, program diharapkan mendorong budaya pembelajaran sepanjang hayat dan meningkatkan kemampuan warga dalam menghadapi tantangan ekonomi lokal. Program ini menunjukkan model bagaimana pendidikan vokasional dan kursus pendek dapat diadaptasi ke lingkungan komunitas, membuka peluang bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan yang langsung berguna, sekaligus memperkuat jaringan sosial dan ekonomi di desa.