Hampir 1.000 anggota komunitas setempat mengikuti Program Sentuhan Kasih UKM@Johor yang digelar selama dua hari, sebuah inisiatif untuk mempererat hubungan universitas dan masyarakat di Johor. Program yang melibatkan 78 warga UKM ini dihadirkan melalui Pusat Hal Ehwal Pelajar (HEP-UKM) dan menampilkan berbagai kegiatan sosial.

Ilustrasi sentuhan kasih ukm untuk artikel Hampir 1.000 Komuniti Ikut Sentuhan Kasih UKM@Johor

Berlangsung di beberapa lokasi termasuk Kota Masai, Pasir Gudang, Kampung Baru Sri Aman dan kawasan Rangkaian di Skudai, acara bertema “Dari Kampus ke Komuniti, Menyebar Kasih dan Bakti” juga diwarnai kehadiran Menteri Pendidikan Tinggi, Datuk Seri Zambry Abd Kadir yang turut berinteraksi dengan warga.

Rangkaian kegiatan di beberapa lokasi

Selama dua hari pelaksanaan, panitia menyelenggarakan beragam aktivitas bersama komunitas setempat. Di program yang dijalankan adalah gotong-royong, kunjungan sosial (ziarah kasih), saringan minda sihat, dan berbagai acara olahraga bersama. Kegiatan ini dirancang untuk menjadi jembatan kehidupan kampus dan kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi.

Selain aktivitas bersama komunitas umum, rombongan UKM juga mengunjungi dan memberikan perhatian kepada tujuh keluarga mahasiswa yang tinggal di sekitar Tiram dan Puteri Wangsa, Johor, sebagai bagian dari bantuan kebajikan yang menyertainya.

Manfaat bagi mahasiswa dan komunitas

Pengarah HEP-UKM sekaligus Pengerusi Program Sentuhan Kasih UKM@Johor, Profesor Madya Dr Darfizzi Derawi, menekankan nilai pengalaman lapangan bagi mahasiswa. “Universiti tidak sepatutnya hanya berada dalam lingkungan kampus. Kita perlu turun padang dan mendekati masyarakat. Apabila bergaul dengan komuniti luar, kita belajar menyesuaikan diri, berkomunikasi dengan lebih baik serta meningkatkan kemahiran insaniah yang sukar diperoleh hanya melalui kuliah,” katanya.

Menurut Dr Darfizzi, kesempatan berinteraksi langsung dengan penduduk memberi ruang bagi mahasiswa mengasah keterampilan nonakademik yang penting untuk karier dan kehidupan bermasyarakat. Sementara itu, Ketua Komuniti Zon Kota Delima, Herman Ismadi Ismail, menyatakan bahwa program tersebut membantu warga lebih mengenal UKM dan mengetahui berbagai inisiatif yang ditawarkan universitas.

Herman mencatat bahwa sekitar 80 persen penduduk di kawasan itu adalah pekerja industri yang biasanya bekerja pada akhir pekan, namun antusiasme tetap tinggi ketika komunitas hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan bersama.

Komitmen universitas dan tindak lanjut

Panitia menyampaikan bahwa Program Sentuhan Kasih direncanakan untuk dilanjutkan ke negeri lain pada waktu yang akan datang, sebagai upaya memperluas jaringan dan hubungan universitas dengan berbagai komunitas.

Naib Canselor UKM, Profesor Datuk Sufian Jusoh, menegaskan bahwa inisiatif seperti ini menunjukkan komitmen universitas terhadap aspek kebajikan mahasiswa. “UKM bukan sahaja melahirkan graduan cemerlang dari segi akademik malah memastikan kebajikan dan kesejahteraan mahasiswa sentiasa diberi perhatian. Program seperti ini memperlihatkan nilai ihsan, kebersamaan dan tanggungjawab sosial yang menjadi teras budaya UKM dalam membangunkan modal insan yang holistik,” katanya.

Beliau menambahkan bahwa dukungan kepada mahasiswa tidak hanya berupa bantuan material, tetapi dipandang sebagai investasi jangka panjang agar mahasiswa dapat melanjutkan studi dengan lebih fokus, percaya diri, dan kompetitif.

Secara keseluruhan, kegiatan dua hari itu tidak hanya menghadirkan layanan langsung kepada komunitas, tetapi juga memperkuat peran universitas sebagai aktor sosial yang aktif dalam pembangunan masyarakat setempat, serta memberi pengalaman praktis bagi mahasiswa yang terlibat.