Jurusan Kesehatan Masyarakat yang mendalami studi mengenai ilmu kesehatan mempunyai spesifikasi dan karakteristik sebagai penyelenggara pendidikan kesehatan masyarakat, dengan cakupan ilmu yang spesifik meliputi bidang kajian:

1. Epidemiologi

Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan peristiwa yang banyak terjadi pada rakyat, yakni penyakit dan kematian yang diakibatkannya yang disebut epidemi.

2. Promosi Kesehatan/Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku

Mempelajari metode dan teknologi pendidikan promosi kesehatan, serta bidang ilmu perilaku kesehatan dengan mempertimbangkan dan mengapresiasi aspek-aspek sosial budaya masyarakat.

3. Administrasi dan Kebijakan Kesehatan

Kajian ini dikembangkan dengan fokus studi mengenai kebijakan kesehatan serta perencanaan, manajemen, dan ekonomi kesehatan.

4. Kesehatan Lingkungan

Dasar keilmuan kesehatan lingkungan adalah mengidentifikasi, mengukur, menganalisis, menilai, memprediksi bahaya berbagai agen lingkungan di lingkungan, dan melakukan pengendalian dengan tujuan mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat dan ekosistem. Ilmu kesehatan lingkungan mempelajari interaksi dinamis berbagai agen lingkungan (fisik, radiasi, kimia, biologi, dan perilaku) melalui wahana udara, air, limbah, makanan dan minuman, vektor atau binatang pembawa penyakit, dan manusia di lingkungan pemukiman, tempat kerja atau sekolah, tempat-tempat umum maupun perjalanan dengan risiko dampak kesehatan (kejadian penyakit) pada kelompok manusia atau masyarakat.

5. Keselamatan & Kesehatan Kerja

Ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yang merupakan bagian dari Ilmu Kesehatan Masyarakat, ialah ilmu dan seni mengelola bahaya dan risiko agar tercipta kondisi tempat kerja yang aman dan sehat. Perkembangan dan kebutuhan ilmu/keahlian K3 berkembang sangat pesat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi produksi, percepatan pembangunan melalui industrialisasi, serta tuntutan kebutuhan pekerjaan yang semakin meningkat dalam hal efektifitas, efisiensi, produktivitas, tingkat kesehatan dan keselamatan. Perkembangan ini semakin dipacu dengan kebijakan dari Pemerintah yang mendukung pendidikan tinggi untuk membuka program pendidikan di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Keilmuan K3 meliputi beberapa sub bidang keilmuan seperti:

  • Occupational Health
  • Higyene Industry
  • Safety
  • Ergonomi
  • Human Factor and Behavior in OHS

6. Biostatistika dan Informatika Kesehatan

Biostatistik merupakan ilmu dasar dalam Ilmu Kesehatan Masyarakat yang digunakan sebagai metode untuk mempelajari masalah kependudukan.

7. Gizi Kesehatan Masyarakat

Gizi merupakan salah satu area kunci dalam meningkatan kualitas sumber daya manusia yang tangguh dan mandiri, serta dapat bersaing di era global. Bertambah kompleksnya permasalahan gizi di Indonesia menumbuhkan pentingnya peningkatan kompetensi keahlian gizi yang memadai pula.

8.  Kesehatan Reproduksi

Setelah menyelesaikan studi, lulusan akan memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (S. KM) dan dapat menggeluti karir sebagai:

  • penyuluh kesehatan
  • epidemiolog kesehatan
  • ahli sanitarian dan gizi masyarakat
  • ahli kesehatan dan keselamatan kerja
  • birokrat/pengambil kebijakan di bidang kesehatan

 

Referensi:

http://www.fkm.ui.ac.id/akademik/program-sarjana/kesehatan-masyarakat-gelar-skm/