Jurusan Hubungan Internasional (HI) lahir pertama kali di London School of Economics (LSE), Inggris. Jurusan ini fokus kepada penelusuran hubungan antar negara, mulai dari aspek politik, ekonomi, sosial, hingga budaya. Oleh sebab itu, jurusan HI tergolong kajian ilmu yang interdisipliner. Artinya, hubungan antar negara tidak hanya dilihat dari aspek politik semata, melainkan juga bersinggungan dengan beberapa aspek lain. Hadirnya perwakilan-perwakilan negara di ibukota maupun kota-kota besar sebuah negara menjadi bukti betapa hubungan antar negara perlu diatur sehingga menguntungkan kedua belah pihak yang bekerja sama. Beberapa kajian studi yang dipelajari mahasiswa Hubungan Internasional di antaranya diplomasi dan negosiasi, politik luar negeri negara-negara, politik internasional, ekonomi politik internasional, hukum internasional, budaya politik masyarakat negara-negara, globalisasi dan isu-isu yang menyelimutinya. Kajian-kajian tersebut diajarkan menggunakan metode belajar di kelas, yakni pemaparan teori, studi kasus, serta diskusi. Selain itu, praktek pun juga diajarkan, misalnya simulasi sidang PBB membahas kasus tertentu serta studi kasus lewat penulisan esai, positioning paper, maupun makalah.

Adapun keunikan yang dijumpai ketika mengambil jurusan ini ialah ketika dalam diskusi-diskusi di kelas, mahasiswa dilatih untuk mampu mengkritisi fenomena-fenomena maupun isu-isu internasional yang sedang berkembang dalam satu periode waktu tertentu dan mengaitkannya dengan teori-teori mainstrem maupun kontemporer HI, serta pendapat tokoh-tokoh ternama di masanya. Tidak hanya negara yang menjadi sorotan mahasiswa HI, melainkan juga aktor-aktor internasional lainnya seperti korporasi, lembaga-lembaga non pemerintah, organisasi internasional, dan lain sebagainya.

Lulus dari studi, mahasiswa HI akan memperoleh gelar Sarjana Ilmu Politik (S.IP) atau Sarjana Hubungan Internasional (S.Hub.Int.) atau disesuaikan dengan gelar yang diberikan tiap kampus. Keahlian diplomasi dan negosiasi, analisis, serta wawasan yang didapat selama kuliah menolong lulusan HI untuk bisa mengembangkan karir sebagai staf Kementerian Luar Negeri, kedutaan besar negara asing, PBB serta badan-badan PBB seperti UNESCO, UNICEF, ILO, dan lain sebagainya, lembaga swadaya masyarakat, tak terkecuali di korporasi.