0828-9405-9829

Permasalahan gizi tidak hanya bervariasi antar wilayah propinsi yang disebabkan oleh perbedaan potensi dan ketahanan pangan suatu wilayah, serta beragamnya sosial budaya dan kondisi psikologis individu atau masyarakat, tetapi juga beragam antar daerah perkotaan dan daerah pedesaan yang dipengaruhi oleh faktor produksi/persediaan pangan, distribusi, dan konsumsi gizi. Penanganan masalah gizi tersebut bukan sekedar untuk menurunkan prevalensi penderita kekurangan atau kelebihan gizi, tetapi juga memerlukan upaya-upaya preventif dan promotif untuk menciptakan masyarakat sadar gizi, yang senantiasa memperhatikan keseimbangan gizi, dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, kreatif, serta produktif secara sosial dan ekonomis.

 

Salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan upaya perbaikan gizi adalah ketersediaan dan kualitas tenaga gizi. Tenaga gizi Indonesia saat ini jumlahnya masih terbatas dan kualitasnya belum memadai sehingga kompetensi tenaga gizi yang ada kurang sesuai untuk menangani permasalahan yang ada.  Oleh sebab itu, diselenggarakannya jurusan Ilmu Gizi di berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia, salah satunya adalah untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Ilmu Gizi merupakan cabang ilmu yang mempelajari hubungan antara makanan yang dimakan dengan kesehatan tubuh yang diakibatkannya, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dengan kata lain, di jurusan ini, mahasiswa mempelajari:

  • gizi kaitannya dengan kesehatan, tumbuh kembang manusia, dan produktivitas,
  • gizi kaitannya dengan aspek pertanian, sosial ekonomi budaya, dan kesehatan serta dampaknya terhadap kualitas manusia,
  • cara merencanakan dan memberi jasa konsultasi perbaikan gizi.

Kompetensi tersebut terangkum dalam mata kuliah-mata kuliah yang didapatkan selama proses perkuliahan, yakni:

  1. Biokimia Gizi
  2. Ilmu Bahan Pangan
  3. Mikrobiologi Pangan
  4. Sosiologi Gizi
  5. Patofisiologi Gizi
  6. Prinsip-prinsip Ilmu Gizi
  7. Teknologi Pengolahan Pangan
  8. Antropologi Gizi
  9. Metabolisme Zat Gizi
  10. Gizi dalam Daur Kehidupan
  11. Gizi Masyarakat
  12. Penilaian Status Gizi
  13. Evaluasi Gizi
  14. Epidemiologi Gizi
  15. Pendidikan Gizi
  16. Fortifikasi Gizi
  17. Dietetika Penyakit Infeksi dan Defisiensi
  18. Perencanaan Pangan dan Gizi
  19. Gizi Kerja dan Olahraga
  20. Dietetika Penyakit Degeneratif
  21. Konseling Gizi
  22. Manajemen Pelayanan Makanan dan Pelayanan Gizi Institusi
  23. dan masih banyak lagi.

Lulusan jurusan Gizi dapat menekuni pekerjaan sebagai:

  • perencana program pangan dan gizi di lembaga swadaya masyarakat (LSM),  instansi pemerintaha,
  • peneliti di bidang pangan, gizi, dan kesehatan
  • tenaga pengajar
  • konsultan, penyuluh di bidang pangan, gizi, dan kesehatan
  • ahli gizi di indrustri pangan dan rumah sakit
  • wirausaha di bidang pangan dan gizi

 

Referensi:

http://www.gizikesehatan.ugm.ac.id/content/view/57/43/ http://www.unsoed.ac.id/node/program-studi-s1-ilmu-gizi http://soalsnmptn.blogdetik.com/2012/01/06/review-jurusan-ilmu-gizi/