0828-9405-9829

Bagi sebagian orang, jurusan farmasi dianggap sebagai salah satu jurusan yang mempelajari materi-materi yang sangat rumit sehingga memerlukan mental baja bagi yang sudah/akan menjalaninya. Namun, anggapan tersebut hanya dapat dibuktikan jika mereka menjalaninya sendiri. Menurut salah seorang lulusan Farmasi sebuah universitas negeri di Jawa Tengah, mahasiswa jurusan Farmasi akan bertemu dengan materi-materi kuliah yang harus hafal di luar kepala setiap harinya sehingga memang sangat dianjurkan bagi calon mahasiswa yang ingin memilih berkuliah di jurusan ini supaya memiliki kemampuan menghafal yang baik. Selain itu, setiap hari mahasiswanya juga dituntut untuk membuat laporan praktikum.

 Materi pembelajaran jurusan Farmasi berkaitan dengan obat-obatan dan ilmu lain pendukungnya. Mulai dari mengenali struktur senyawa obat dan cara mensintesisnya, kemudian cara mengolahnya menjadi obat yang layak pakai dengan teknologi terkini, maupun cara meracik obat, pengujian-pengujian yang dipersyaratkan oleh suatu obat, hingga nasib obat di dalam tubuh. Selain itu, mahasiswa jurusan Farmasi juga dibekali dengan kemampuan manajemen pemasaran, meliputi hal-hal yang berkaitan dengan proses manufacturing obat dan pelayanan obat kepada pasien di instalasi farmasi, apotek, maupun tempat pelayanan kesehatan lainnya.

Materi perkuliah yang didapat beragam, di antaranya Kimia Organik, Kimia Analisis, Biologisel, Biologi Molekuler, Farmakologi, Farmakologi Molekuler, Farmakoterapi, Manajemen Industri, Manajemen Farmasi Rumah Sakit, Compounding and Dispensing, dan lain sebagainya. Jurusan Farmasi memiliki tiga program peminatan/penjurusan, yakni Farmasi Sains dan Industri, Farmasi Klinik dan Komunitas, serta Farmasi Bahan Alam. Di setiap peminatan/penjurusan memiliki keunikan menurut sudut pandang masing, tetapi memiliki kesamaan tujuan, yakni supaya seorang lulusan Farmasi dapat menghasilkan produk dan memberi pelayanan yang baik untuk pasiennya.

  • Farmasi Sains dan Industri mempelajari tentang peran studi Farmasi di industri obat dan penelitian dalam rangka menemukan obat.
  • Farmasi Klinik dan Komunitas mempelajari tentang peran lulusan Farmasi sebagai tenaga kesehatan yang melayani masyarakat, dalam hal penggunaan obat.
  • Farmasi Bahan Alam mempelajari tentang tanaman-tanaman obat, baik efikasinya maupun pengolahannya untuk dipakai secara efektif, secara pelayanan maupun industri, dan penelitian

Pada jurusan Farmasi, metode pembelajaran yang diterapkan dalam perkuliahan mengarah pada kombinasi antara teori dan praktek sehingga waktu-waktu belajar dapat digunakan untuk mendalami teori dengan seksama melalui praktikum.

Di jurusan Farmasi ada 2 pilihan karir. Yang pertama, asisten apoteker yang sekarang diwajibkan menyelesaikan program D3. Yang kedua, bagi yang ingin berprofesi sebagai Apoteker, maka diwajibkan mengambil program studi Profesi Apoteker setelah menyelesaikan studi S1. Setelah mengambil program studi Profesi Apoteker, mahasiswa akan menambah gelarnya menjadi Apoteker (Apt.).

Lapangan kerja untuk jurusan Farmasi sangatlah beragam,  mulai dari dunia apotek, instalasi farmasi di rumah sakit, industri farmasi (obat, obat tradisional, kosmetik), makanan, regulasi/pemerintahan (Badan Pengawas Obat dan Makanan, Dinas Kesehatan, Kementerian Kesehatan), Lembaga Penelitian, Dosen, bahkan guru di SMK Farmasi.