Apakah kamu suka berpetualang ke tempat-tempat baru, bertemu dengan orang-orang asing, dan mengamati berbagai macam kebudayaan? Ingin menjadi bagian dari tim National Geographic atau mungkin meneliti situs-situs bersejarah seperti yang dilakukan oleh Indiana Jones? Sepertinya jurusan Antropologi adalah jurusan yang tepat untukmu.

 

Antropologi berasal dari kata Yunani anthropos yang berarti manusia dan logos yang berarti ilmu pengetahuan atau wacana. Bidang studi ini mempelajari segala macam seluk-beluk manusia, baik sebagai makhluk biologis maupun makhluk sosial. Berbeda dengan Sosiologi yang lebih menitikberatkan pada masyarakat secara umum dan kehidupan sosialnya, Antropologi lebih fokus pada aneka warna satuan penduduk, bentuk fisik masyarakat, serta kebudayaan yang dihasilkannya.

Pada umumnya, jurusan Antropologi di Indonesia memiliki dua cabang peminatan, yaitu:

  1. Antropologi Fisik. Contoh mata kuliahnya antara lain Antropometri, Osteologi, Antropogenese, Variasi Biologis Manusia, Primatologi, Paleoantropologi, Antropologi Forensik, Evolusi Penyakit pada Manusia, Variasi Populasi, dan Antropologi Dental.
  2. Antropologi Budaya. Contoh mata kuliahnya antara lain Antropologi Kognitif dan Linguistik, Antropologi Gender dan Seksualitas, Antropologi Ekonomi dan Industri, Antropologi Politik, Antropologi Hukum, Antropologi Agama, Antropologi Kesenian, Antropologi Kesehatan dan Gizi, Antropologi Kependudukan, Antropologi Pendidikan, Antropologi Maritim, Etnografi Jawa, Etnografi Bali, Etnografi Bangsa-Bangsa, dan Foklor.

Antropologi dikenal sebagai jurusan yang cukup sering mengadakan kegiatan kuliah lapangan. Hal ini dibutuhkan karena salah satu kompetensi yang diharapkan dari mahasiswa Antropologi, baik yang memilih peminatan Antropologi Fisik maupun Antropologi Budaya, adalah mampu melakukan penelitian ilmiah dan menuliskan laporannya. Jadi, tidak heran jika mahasiswa antropologi sering bepergian ke luar kota untuk meneliti masyarakat dan kebudayaannya, melakukan ekskavasi (penggalian), penelusuran goa-goa, atau penelitian situs-situs bersejarah lainnya.

Menurut Ibu Sri Endah Kinasih, dosen sekaligus Ketua Program Studi Antropologi, Universitas Airlangga, mahasiswa jurusan Antropologi selain harus peka terhadap masalah-masalah sosial budaya, juga diharapkan memiliki kemampuan membaca dan menulis yang baik. “Mahasiswa jurusan apapun, pasti dituntut untuk rajin membaca, begitu juga mahasiswa Antropologi. Kemampuan dasar bahasa Inggris juga diperlukan, terutama untuk bekal mempelajari jurnal-jurnal internasional dan buku-buku yang belum diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Antropolog tidak boleh ketinggalan jaman. Selama masih ada manusia yang dilahirkan, Antropologi akan terus berkembang,” demikian beliau menambahkan.

Mahasiswa Antropologi tak perlu terlalu mengkhawatirkan prospek pekerjaan yang bisa diambil setelah lulus kuliah. Bidang cakupan Antropologi sangat luas, bidang pekerjaannya pun bermacam-macam. Terlebih lagi dengan bekal penelitian lapangan yang cukup banyak, biasanya mahasiswa Antropologi sudah mulai mendapatkan tawaran pekerjaan untuk membantu survei/penelitian sejak masih kuliah. Beberapa contoh profesi yang bisa digeluti oleh lulusan Antropologi antara lain: jurnalis, analis sosial, ahli forensik, staf museum, staf community development, staf  Corporate Social Responsibility (CSR), peneliti, dosen, pegawai pemerintahan, pegawai swasta, ataupun entrepreneur.

Salah satu lulusan antropologi yang memiliki karir cemerlang adalah Putri Fitri, alumni Antropologi Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Dia pernah mendapatkan beasiswa penelitian antropologi di Jerman dan direkrut sebagai peneliti di Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia. Ibu Meutia Hatta yang pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan saat ini menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden ternyata juga merupakan alumni Antropologi Universitas Indonesia. Tokoh-tokoh Antropologi yang terkenal lainnya adalah Koentjaraningrat (Bapak Antropologi Indonesia) dan James Danandjaja (Pakar Foklor Indonesia).

 

Referensi:

http://antropologi.fib.ugm.ac.id/

http://www.fisip.unair.ac.id/index.php?view=article&catid=31%3Aprodi-antropologi&id=134%3Adeskripsi-mata-kuliah&option=com_content&Itemid=116

http://www.tempo.co/read/news/2013/06/30/215492240/Bukan-Sekedar-Kutu-Loncat