Jurusan Administrasi Pendidikan adalah jurusan yang menyiapkan tenaga professional di bidang tata usaha sekolah serta segenap proses pengerahan dan pengintegrasian segala aktivitas kelembagaan yang terkait dengan pencapaian tujuan pendidikan.

 

Di Indonesia, jurusan Administrasi Pendidikan pada umumnya tersedia dari jenjang S1 sampai dengan S3. Berikut adalah beberapa contoh mata kuliah Administrasi Pendidikan yang dipelajari di jenjang S1:

  • Manajemen Kurikulum

Mempelajari konsep dan praktik manajemen kurikulum di tingkat makro, messo, maupun mikro pada satuan pendidikan, serta menganalisis perubahan dan perkembangannya.

  • Supervisi Pendidikan

Mempelajari segala hal tentang supervisi (pengawasan) pendidikan mulai dari latar belakang, teknik-teknik, hingga bahan dan alat pembinaan untuk supervisi.

  • Kebijakan Pendidikan

Mempelajari model siklus kebijakan, tahapan perumusan, birokrasi dan patologi birokrasi pendidikan, sistem pendidikan, hingga politik dan kebijakan pendidikan.

  • Sistem Informasi Pendidikan

Mempelajari sistem informatika yang berkaitan dengan manajemen pendidikan dalam konteks pembangunan nasional pendidikan, serta aplikasi model manajemen database dalam administrasi pendidikan.

  • Psikologi Pendidikan

Mempelajari faktor siswa dalam aktivitas belajar, pemahaman mengenai proses belajar, kondisi-kondisi yang terkait dengan aktivitas belajar, dan masalah-masalah yang terjadi dalam aktivitas belajar.

 

Jurusan Administrasi Pendidikan di Indonesia memang belum banyak diminati karena masyarakat umum cenderung beranggapan bahwa lulusan jurusan ini tidak memiliki peluang pekerjaan yang cukup luas. Padahal, sistem pendidikan di Indonesia sedang membutuhkan orang-orang yang ahli dan tahu benar mengenai seluk-beluk pendidikan dan psikologi siswa mulai dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

 

Seorang lulusan Administrasi Pendidikan diharapkan menjadi ahli dalam salah satu bidang berikut:

  • Tenaga Perencana Pendidikan

Bertugas menyusun program, mengelola/mengorganisasi kegiatan, melakukan evaluasi program, monitoring dan mengendalikan kegiatan pada instansi pengelola pendidikan, misalnya dinas pendidikan (pusat maupun daerah) perguruan tinggi (negeri atau swasta) dan instansi lain yang bergerak dalam dunia pendidikan.

  • Tenaga Pengelola Pendidikan

Bertugas menyusun program kerja, mengorganisir kegiatan, dan evaluasi tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab pribadi dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas lembaga di instansi-instansi pendidikan, terutama pada bagian kepegawaian, perlengkapan, tata usaha, dokumentasi, atau keuangan kantor.

  • Tenaga Pengawas Pendidikan

Tenaga pengawas pendidikan biasanya memiliki peluang bekerja di departemen kementrian pendidikan nasional seperti inspektorat dan dinas pendidikan baik tingkat pusat, provinsi, maupun daerah.

 

Lulusan Administrasi Pendidikan juga dapat mengabdi sebagai tenaga pendidik, misalnya menjadi guru Sekolah Menengah Kejuruan untuk bidang mata pelajaran manajemen.

 

 

Referensi:

https://mukhliscaniago.wordpress.com/2010/12/13/prospek-kerja-lulusan-jurusan-administrasi-pendidikan/comment-page-1/

http://adpend.upi.edu/index.php/akademik/2-kurikulum-s1-adpend

http://www.upi.edu/akademik/kurikulum/sebaran-matkul#