Email:       Kata Sandi:    Selalu Ingat Saya    Lupa Kata Sandi?     Or   Login with Facebook

Nuffic Neso: Kunjungan Universitas Tertua dari Belanda


Sabtu, 8 Maret 2014

Delegasi besar dari Universitas Leiden yang dipimpin oleh Rektor Carel Stolker mengunjungi Indonesia untuk lebih mengembangkan hubungan lama mereka dan juga untuk mencari peluang kolaborasi baru dengan universitas, lembaga penelitian dan organisasi pemerintah.  Universitas Leiden adalah universitas tertua dari Belanda (didirikan tahun 1575) dan secara konsisten selalu berada diperingkat di atas 100 pada ranking dunia.

 

Mengintensifkan kerjasama akademik

Perjanjian baru telah ditandatangani dengan Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Leiden dan UI akan memfasilitasi pertukaran pelajar di bidang humaniora. Fakultas Kedokteran dari kedua universitas sepakat untuk memperpanjang kerjasama dan pertukaran mereka di bidang parasitologi dan untuk bersama-sama bekerja pada pembentukan Center of Excellence pada kanker serviks. UGM dan Leiden menandatangani MOU dan selanjutnya akan memperpanjang peluang bagi pertukaran mahasiswa dan bekerja sama dalam program double degree PhD dalam bidang sejarah. Pembentukan program double degree lebih lanjut juga akan dieksplorasi.

 

Kerjasama Botanical

Selama kunjungan delegasi Leiden ke LIPI dan kunjungan Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan ke Bogor, dibuat rencana untuk perayaan bersama berdirinya Kebun Raya Bogor dan Leiden. Pada tahun 2017, kebun raya di Bogor akan merayakan ulang tahun ke-200, sementara kebun raya Leiden akan merayakan ulang tahun ke 425. Caspar Reinwardt, pendiri kebun raya Bogor, juga adalah profesor dan direktur kebun raya di Universitas Leiden.

 

Kontak pemerintah

Universitas Leiden juga melakukan upaya-upaya untuk membangun hubungan dengan pemerintah Indonesia. Pada hari Selasa 25 Februari, Rektor Carel Stolker dan Duta Besar Belanda bertemu dengan Wakil Presiden Boediono. Rektor mengundang Wakil Presiden untuk memberikan kuliah umum di Leiden pada tanggal 26 Maret. Wakil Presiden menerima undangan tersebut. Selain itu, diadakan juga pertemuan dengan LIPI, RISTEK, LPDP, Kementerian Agama dan DIKTI tentang memperluas kerjasama di bidang pendidikan dan penelitian doktor. MOU dengan LIPI, LPDP, Kementerian Agama dan DIKTI akan disiapkan dan ditandatangani tahun ini .

 

Hubungan baik dengan alumni

Pada kunjungannya di Yogyakarta delegasi Leiden mengadakan pertemuan dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X di keratonnya . Sultan menyarankan Leiden untuk terlibat dalam pelatihan pejabat pemerintah dan hal ini akan lebih dieksplorasi lebih lanjut.  Pada saat yang bersamaan, Rektor Leiden menyerahkan Diploma khusus untuk ayahnya, Hamengku Buwono IX, kepada Sultan dan keluarganya.  Hamengkubowono IX  belajar di Leiden antara 1936 dan 1939, tetapi sebelum ia menyelesaikan studinya, ia dipanggil kembali ke Yogyakarta. Universitas Leiden juga mengambil kesempatan kunjungan ini menyambung kembali hubungan dengan 600 alumninya di Indonesia . Pada acara makan malam dengan alumni yang diselenggarakan oleh Duta Besar Belanda di kediamannya di Menteng, lebih dari 70 alumni Indonesia dan Belanda dari Universitas Leiden bertemu dengan Rektor dan delegasinya .

 

Pusat Penelitian

Baru-baru ini, perpustakaan Universitas Leiden telah menjadi penanggung jawab atas koleksi buku-buku dari Royal Netherlands Institute of Southeast Asian Studies dan Karibia ( KITLV ) dan Royal Tropical Institute (KIT). Dikombinasikan dengan koleksi milik Leiden sendiri ini berarti tercipta pusat penelitian terbesar mengenai Indonesia di dunia. Lebih dari 10 kilometer arsip yang terdiri dari buku-buku, jurnal, peta dan manuskrip, akan menjadi bagian dari perpustakaan Asian masa depan di Universitas Leiden. Sejak tahun 1969, sebagian besar buku-buku dan jurnal ini dibeli oleh KITLV yang berkantor kantor di Jakarta, kegiatan ini akan terus dilakukan, tapi dari mulai tanggal 1 Juli KITLV juga akan mewakili Universitas Leiden di Indonesia .

 

Tanggung Jawab

Rektor Magnificus Carel Stolker dari Universitas Leiden mengakui tanggung jawab khusus dari Leiden untuk terus mengembangkan perpustakaan untuk studi Bahasa Indonesia. “Kami akan melakukan kemitraan yang erat dengan rekan-rekan kami di Indonesia, juga akan dilakukan digitalisasi proyek-proyek ini sehingga materi yang tersedia dapat dinikmati oleh para sarjana di seluruh dunia. Universitas Leiden memiliki hubungan panjang dan khusus dengan Indonesia oleh karena itu kami berharap untuk masa yang akan datang hubungan ini akan lebih erat dan bermanfaat. ”

 

Kerjasama Indonesia-Belanda dalam pendidikan tinggi

Karena hubungan sejarah dan budaya, maka hubungan antar universitas dari kedua negara juga dekat. Pusat Pendidikan Belanda ( Nuffic Neso Indonesia ) memfasilitasi kerjasama ini dari kantor di Jakarta. Mervin Bakker, Direktur Nuffic Neso Indonesia mengatakan, ” Saya sangat senang melihat bahwa sebuah universitas Belanda terkemuka seperti Leiden sekarang berusaha untuk memperkuat hubungan dengan mitra akademik dan non – akademik dari Indonesia. Saat ini Universitas di Indonesia sedang fokus pada internasionalisasi pendidikan tinggi, dan kehadiran Leiden disini adalah contoh lain dari meningkatnya minat universitas Belanda dalam memperluas kerjasama di sini. ”

 

Nuffic Neso Indonesia

Nuffic Neso Indonesia adalah organisasi non-profit yang ditunjuk resmi dan didanai oleh pemerintah Belanda untuk menangani berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan tinggi Belanda. Neso Indonesia adalah perwakilan Nuffic, organisasi Belanda yang menangani kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi. Neso Indonesia menyediakan informasi serta memberikan konsultasi secara cuma-cuma mengenai lebih dari 1.800 program studi yang diberikan dalam bahasa Inggris. Neso Indonesia juga memprakarsai dan memfasilitasi kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara institusi di Indonesia dan Belanda. Bersama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia, setiap tahun Neso Indonesia menawarkan program beasiswa bagi sekitar 250 warga negara Indonesia dalam bentuk program master dan pelatihan.

 

***

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Inty Dienasari

Nuffic Neso Indonesia, www.nesoindonesia.or.id

Telp: 5290 2172 ext. 214

E-mail: inty.dienasari@nesoindonesia.or.id

 

 


Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar


95.7%Indonesia Indonesia
2%United States United States
0.6%Singapore Singapore
0.2%Russian Federation Russian Federation
0.2%Malaysia Malaysia
0.1%Hong Kong Hong Kong
0.1%Taiwan Taiwan
0.1%Japan Japan
0%Australia Australia
0%China China

Today: 19
Yesterday: 111
This Week: 19
Last Week: 845
This Month: 508
Last Month: 22042
Total: 835514
Kamu berasal dari :


Pilih kota



Jika kotamu tidak terdaftar, pilih propinsi