Tahun 2015 mendatang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, optimis dapat segera meresmikan kampus baru Universitas Negeri Papua (Unipa) yang terletak di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Pembangunan kampus 3 Unipa ini khusus untuk jurusan Perikanan, Ilmu Keluatan, dan Pariwisata. Masing-masing jurusan tersebut dapat menampung sampai 70 mahasiswa.

 

Indonesia yang merupakan negara maritim, namun pengetahuan dan minat para siswa untuk melanjutkan pendidikan dengan jurusan ilmu tersebut masih sangat minim. Dengan dibangunnya kampus 3 Unipa, Mohammad Nuh berharap sektor perikanan dan kelautan Indonesia akan semakin maju dan dapat menghasilkan berbagai teknologi mutakhir.

 

Penerimaan mahasiswa baru kampus 3 Unipa akan dilaksanakan melalui jalur SNMPTN 2015. Calon mahasiswa yang berasal dari luar negeri pun boleh ikut mendaftar lewat jalur khusus. Setiap mahasiswa yang berhasil diterima di sana akan dibebaskan dari biaya SPP dan diberi beasiswa untuk kebutuhan studi serta biaya hidup. Dispensasi khusus tersebut bertujuan menarik minat calon mahasiswa untuk mendaftar kuliah di kampus 3 Unipa.

 

Menurut beliau, Gugusan Pulau Raja Ampat sangat cocok digunakan sebagai laboratorium alami karena wilayahnya sangat luas, kaya akan biota laut, dan juga merupakan habitat terumbu karang terbesar dan terindah di dunia. Oleh karena itu, pembangunan kampus 3 Unipa ini memang sengaja dipisahkan jauh dari kampus 1 (Fakultas Ilmu Pertanian) yang terletak di Manokwari dan kampus 2 (Fakultas Ilmu Kesehatan/Kedokteran) yang terletak di Sorong. Dari Dermaga Sorong, mahasiswa harus menuju ke Dermaga Bupati Raja Ampat untuk menjangkau kampus 3 Unipa; dua jam dengan speedboat atau sekitar empat jam dengan kapal feri.

 

 

Referensi:

http://www.tempo.co/read/news/2014/05/11/079576866/Beroperasi-2015-Kuliah-di-Universitas-Papua-Gratis